Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Saturday, September 9, 2017

Membaca Adalah Jantungnya Pendidikan

Membaca Adalah Jantungnya Pendidikan

KIM Gundih Sejatera
 -Surabaya Orang tua adalah guru pertama bagi anak dan rumah merupakan sekolah pertama baginya. Tak salah jika membaca menjadi mata pelajaran pertama bagi anak. Karena itulah, membaca bisa dimulai dari rumah, bukan di sekolah.

Membantu anak dalam membaca merupakan tugas pertama orang tua, bukan guru di sekolah. Menurut Satria Dharma, pegiat literasi yang juga turut menggagas Gerakan Literasi Sekolah, jika setiap anak Indonesia bisa dan suka membaca, maka Indonesia akan jaya.

“Keberhasilan sebuah sekolah ditingkat dasar diukur dan dinilai dari kemampuannya membuat siswa memiliki keterampilan membaca,” tegas Satria pada acara seminarKids Fair yang diselenggarakan komunitas Gerakan Peduli ASI sekitar Tangerang Selatan di Bintaro, pekan lalu.

Membaca menurut Satria memiliki peran besar dalam pendidikan. Mengutip kata bijak dari Dr. Roger Farr, ‘Membaca Adalah jantungnya Pendidikan’, semua sepakat bahwa tanpa membaca, pendidikan akan ‘mati’.

Sementara, menurut Glenn Doman, membaca merupakan salah satu fungsi yang paling penting dalam hidup. Semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca. Membaca adalah landasan bagi semua proses belajar.

”Anak-anak yang sudah mulai terpapar dengan banyak bacaan di rumah akan mudah memulai sekolah. Anak yang percaya diri dengan membaca akan memiliki perilaku yang positif pada belajar. Anak yang membaca bersama keluarganya akan mengembangkan kecintaan membaca yang akan berlangsung seumur hidup,” jelas Satria.

Bagaimana anak belajar membaca? Menurut Satria, anak telah siap membaca sejak ia masih bayi. Karena itulah, kebiasaan membaca tidak perlu menunggu ketika anak masuk sekolah.

Anak usia bayi hingga 3 tahun sangat suka dibacakan dan melihat buku. Mereka belajar tentang huruf melalui gambar dan lagu. Mereka mulai belajar bahwa apa yang dipikiran mereka bisa dicetak kedalam buku.

Anak usia pra sekolah mulai belajar memahami bahwa kata yang tercetak membentuk cerita. Mereka mulai memahami hubungan antara suara dan huruf.

Sementara, anak usia sekolah belajar cara mengidentifikasi kata. Mereka bisa membaca berbagai macam materi dan menebak kisah dalam cerita. Mereka bisa menghubungkan arti dari buku pada apa yang yang mereka ketahui dan lakukan.

”Setiap anak belajar sesuai kecepatannya sendiri-sendiri. Anak butuh perhatian dan dukungan penuh dari orang tua pada setiap tahapan bacanya. Karena itulah tugas orang tua untuk mendampingi,” tegas Satria.

Lalu, bagaimana membantu anak agar menjadi pembaca yang baik? Tahap pertama, terapkan harapan pada anak agar mereka tahu bahwa mereka diharapkan untuk dapat mengembangkan kemampuan membacanya dan mencapai tingkatan tertentu.

Selalu sediakan buku-buku bacaan, koran dan alat tulis seperti pensil, krayon, kertas gambar dan sebagainya.

Membacalah bersama anak setiap hari. Bacakan mereka buku-buku cerita yang menarik. Tuntun mereka untuk ikut membaca. Usahakan untuk tidak berhenti membacakan buku ketika mereka sudah bisa membaca sendiri.

Setiap Anda membaca buku, jangan lupa ceritakan juga pada ananda apa buku yang sedang Anda baca. Hal ini akan membantu anak untuk mengembangkan kosakata dan kemampuan berpikir kritisnya.

Tunjukkan bahwa membaca itu penting, karena itu, membacalah di depan mereka dan dorong anak untuk ikut membaca juga.

”Orang tua  yang terlibat dalam proses belajar anaknya akan memberikan pengaruh yang positif pada keberhasilan anak mereka di sekolah,” (TH).
Print Friendly and PDF

Thursday, July 20, 2017

Informasi Kesehatan




Print Friendly and PDF

Halal Bi Halal PKK Kelurahan Gundih


Halal Bi Halal 1438 H yang diselenggarakan oleh Kader PKK Kelurahan bersama Bapak Camat Bubutan sebagai Plt. Lurah Gundih.
Isi acara disamping sambutan juga ceramah agama dilanjutkan ramah tamah.
Dengan acara tersebut dapat mempersolit hubungan antara kader dengan instansi pemerintahan dalam hal ini Kelurahan.
Print Friendly and PDF

Wednesday, July 19, 2017

RAPAT KOORDINASI

Rapat koordinasi yang dihadiri oleh : Ketua RT, RW, Tokoh Masyarakat, Kader, LPMK, Kasie Kelurahan, Puskesmas, Babinsa, Babinkamtibmas dan Camat sebagai Plt. Lurah Gundih.
Pembahasan dalam rapat koordinasi :
1. Rencana penjamuan tamu dari Korea sebanyak 50 orang yang akan melihat lingkungan di
    Kelurahan Gundih.
 
2. Penyegaran koordinator organisasi dibawah kelurahan : PKK, Kader lingkungan, Karang Taruna, 
    Kader Toga, Kader Lansia, Kader Posyandu Balita, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM),  
    dan Kelurahan Tangguh
    Penyegaran Koordinator dipimpin oleh Camat Bubutan sebagai Plt. Lurah Gundih dengan
    menimbang tidak adanya rangkap jabatan ketua dalam organisasi.
 

Print Friendly and PDF

Monday, September 14, 2015

Persoalan Pencetakan e-KTP

Mungkin dari anda ada yang bermasalah dengan Proses Pencetakan e-KTP ?,
tidak ada salahnya anda mencoba menghubungi nomer yang tertera di bawah in :

Media Centre Pemerintah Kota Surabaya : (031) 545 6290
atau sms ke 08123025700, seperti yang tertera dibawah ini.


Note : Sumber dari Rubrik Pembaca Menulis Harian Jawa Pos, medio Juni 2015.

Print Friendly and PDF

5 Ciri Tetangga yang Menyebalkan


Manusia selain disebut sebagai makhluk individu, juga disebut sebagai makhluk sosial. Anda pasti akan hidup berdampingan dengan orang lain dan biasanya ada yang disebut tetangga. 

Mengenai kehidupan bertetangga, biasanya ada tetangga yang menyenangkan dan membuat lingkungan tempat tinggal Anda menjadi lebih nyaman. Namun terkadang ada juga tetangga yang menyebalkan dan mengganggu kenyamanan Anda di rumah.  

Meski begitu, yang terpenting adalah jangan sampai Anda sendiri yang menjadi tetangga yang menyebalkan itu. Nah, bagi Anda yang merasa sudah menjadi tetangga yang baik, pasti Anda mengenai ciri-ciri tetangga yang bikin Anda harus bersabar dengan perilakunya.  

Berikut ini 5 ciri tetangga yang menyebalkan yang bisa saja hadir di lingkungan rumah Anda!

1. Parkir Depan Rumah Anda

Ada tetangga yang entah kenapa suka parkir kendaraannya sembarangan atau karena di halaman depan rumahnya sudah tidak ada lahan untuk parkir, maka dia suka seenak hati menyarankan orang-orang yang berkunjung ke rumahnya untuk parkir di depan rumah Anda. Parahnya, kalau sudah parkir di depan pagar sehingga menghalangi akses keluar-masuk Anda. 

Lebih menyebalkannya lagi, terkadang tetangga seperti itu malah tidak merasa bersalah atau hanya basa-basi minta maaf kalau ditegur, bahkan tak sedikit yang justru lebih galak dan menganggap Anda tidak ramah. Padahal Anda yang salah karena tidak minta izin dan parkir sesuka hati.

2. Berisik

Tetangga yang suka berisik bisa disebabkan oleh banyak hal. Ada yang berisik karena suka mengadakan pesta di rumahnya dan ada yang suka berkaraoke atau memutar musik dengan volume yang sangat kencang. Ada juga tetangga yang sering berteriak marah-marah ketika ada masalah rumah tangga sehingga semua orang di sebelah rumahnya bisa mendengar keributan yang terjadi. Sangat mengganggu, bukan?

3. Tutup Jalan Buat Acara

Kalau tetangga Anda meminta izin menutup jalan untuk membangun tenda karena menggelar suatu acara, maka sebagai tetangga yang baik, Anda pun dengan rela hati mengizinkannya. Namun, kalau sering sekali mengadakan acara dan menutup jalan seakan jalan tersebut adalah milik keluarganya saja, maka tentu lama-lama Anda bisa kesal.

4. Renovasi Sesuka Hati

Setiap orang boleh saja merenovasi rumahnya agar menjadi lebih bagus dan nyaman. Namun, harus ada aturannya. Jangan menjadi tetangga yang merenovasi rumah sesuka hati.
Selain berisik karena pekerjaan bangunan, terkadang ada tetangga yang seenaknya meletakkan material pasir, semen, batu bata dengan berserakan hingga ke area rumah Anda. 

5. Buang Sampah Sembarangan

Ada juga tetangga menyebalkan yang suka membuang sampah sembarangan. Sampahnya seringkali berserakan di area rumahnya, itu urusan dia, namun kalau sampahnya sampai masuk ke area rumah Anda atau di jalanan kompleks, maka hal ini tidak bisa dibiarkan.
Tak hanya itu, ada juga tetangga di daerah perumahan yang suka membakar sampah sembarangan dan asapnya tentu menyebar hingga ke rumah Anda. Benar-benar mengganggu kenyamanan!

Setelah membaca artikel diatas, sebaiknya kita mawas diri atau introspeksi, supaya kita tidak termasuk sebagai "tetangga" seperti diatas.

Sumber : rumahku.com
Print Friendly and PDF