Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Tuesday, May 14, 2019

Surabaya satu berbagi berkah ramadhan dengan warga eks lokalisasi

Surabaya, KIM Gundih

   Buka Bersama Pemerintah Kota Surabaya Dengan Warga Eks Lokalisasi Tambak Asri Morokrembangan, Selasa (14/5) sore. Bertempat di area SD Bina Karya, Datang tepat setelah jam berbuka ibu Tri Rismaharini langsung meluncur ke panggung dan melakukan penyerahan secara simbolis bingkisan lebaran.



   Tanpa banyak bicara ibu Tri Rismaharini hanya menyampaikan satu hal kepada warga bahwa beliau sudah bertemu dengan bapak Presiden dan membicarakan mengenai pembebasan lahan yang ditempati warga saat ini. Dalam acara ini dilakukan juga pemberian oleh-oleh dari ukm sekitar kepada ibu Tri Rismaharini sebagai ucapan terima kasih dan sebagai pembuktian bahwa warga eks lokalisasi pun bisa berkreasi untuk selalu berusaha mandiri dan berdikari.



    Dalam perjalan balik menuju mobil Ibu Tri Rismaharini menyempatkan diri menjawab pertanyaan dari rekan-rekan media atas pernyataan beliau mengenai pembebasan lahan warga yang disampaikan ke Bapak Presiden. Beliau menjelaskan bahwa sebenarnya proses sertifikasi wilayah ini sudah mau selesai dikarenakan menteri BPN sendiri sudah tanda tangan, tapi tiba-tiba ada surat dari BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) yang mengklaim bahwa itu adalah aset tanahnya.

    Tempo hari ibu Tri Rismaharini diundang bapak Presiden di Istana Bogor dengan para Bupati serta Walikota lainnya, dan ditanyakanlah apa yang beliau butuhkan, disaat itulah ibu Tri Rismaharini menyampaikan masalah tanah warga ini.
 

   Disampaikan oleh beliau bahwa pada dasarnya luas tanah tersebut tidaklah terlalu luas, bisa dikatakan tidak sampai 20 hektar, tapi tanah tersebut diisi oleh ribuan KK. Hal itulah yang diharapkan ibu Tri Rismaharini untuk bisa dibantu oleh bapak Presiden. Menjawab permintaan tersebut bapak Presiden mengatakan akan mengkoordinasikan hal tersebut dengan menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) karena menteri BPN sendiri sudah tidak ada masalah. Ibu Tri Rismaharini sendiri dalam waktu dekat juga akan secepatnya menghadap menteri PUPR yang membawahi BBWS untuk menindak lanjuti jawaban dari bapak Presiden tersebut.


    Melihat ruwetnya proses pengukuran yang nantinya akan dilakukan, ibu Tri Rismaharini sendiri tidak bisa menjanjikan bahwa tahun ini semua proses ini bisa diselesaikan. Banyak warga yang tidak mampu untuk membiayai pengurusan sertifikasi tersebut, namun beliau mengatakan bahwa plotingnya bisa tahun depan untuk sertifikasi massal yang tanpa bayar. Sertifikasi gratis itu sendiri pada dasarnya masih akan terus diperjuangkan dikarenakan kelengkapan dokumennya sendiri masih banyak yang kurang.

    Menutup pembicara dengan rekan-rekan media ibu Tri Rismaharini menyampaikan road show buka bersama di eks lokalisasi terinspirasi dari penutupan eks lokalisasi yang juga beliau lakukan pada bulan ramadhan, dan beliau berharap semua warga di eks lokalisasi bisa berubah untuk menjadi lebih baik lagi. (fan/kim)
Print Friendly and PDF

Monday, May 13, 2019

KLARIFIKASI DINAS KESEHATAN KOTA SURABAYA TERKAIT POLEMIK SIP

Surabaya, KIM Gundih

   Jumpa Pers Izin Praktek Dokter oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, dan Direktur Rumah Sakit William Booth Surabaya, Selasa (14/5) siang. Bertempat di ruang jumpa pers Kantor Humas Pemerintah Kota Surabaya,

   Acara ini diadakan untuk membahas masalah izin praktek dokter yang sempat menjadi polemik di kalangan dokter di surabaya. Berpedoman pada permenkes no 56 tahun 2014, Dinas Kesehatan Kota Surabaya menjelaskan bahwa semua yang telah di tetapkan telah sesuai dengan aturan dan sama sekali bukan suatu tindakan yang bertujuan untuk menghambat pengajuan ijin dokter seperti yang selama ini dikhawatirkan di kalangan dokter di kota Surabaya.


   Ibu Feni selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya menjelaskan kepada rekan-rekan media bahwa pihaknya hanya menjalankan apa yang sudah diamanahkan undang-undang untuk mengatur dan menata rumah sakit dalam rangka pemerataan dan pengklasifikasian rumah sakit. Dokter yang akan bekerja di rumah sakit harus mengikuti kelas rumah sakitnya.

  Selama ini sosialisasi juga sudah dilakukan. Visitasi, feedback dan pembinaan-pembinaan juga telah dilakukan Dinas Kesehatan, bahkan sudah dimulai sejak tahun 2017. Beliau mengatakan bahwa dalam pengklasifikasian rumah sakit dilihat dari beberapa unsur diantaranya : sumber daya manusia, sarana prasarana, peralatan kesehatan, manajemen, dan pelayanan. jadi tidak bisa hanya berpatokan pada satu unsur saja.

   Masalah yang saat ini terjadi adalah jumlah spesialis di rumah sakit banyak yang berlebih dan tidak sesuai dengan batasan klasifikasi rumah sakitnya. Maka dari itu, dinas kesehatan bersikap tegas untuk meminta komitmen dari masing-masing rumah sakit yang bermasalah mengenai klasifikasinya.


  Pihak Dinas Kesehatan memberikan batas waktu yang tidak terbatas hingga ada kebijakan selanjutnya untuk rumah sakit mampu meningkatkan klasifikasinya, selama tetap ada progres yang nantinya juga akan selalu di pantau oleh tim pemantau dari Dinas Kesehatan. Karena itulah kembali ditekankan bahwa pada dasarnya penerbitan SIP (Surat Ijin Praktek) bergantung pada direktur rumah sakit sendiri, bukan pada dinas kesehatan, jadi turun atau tidaknya SIP adalah tergantung pada pemenuhan syarat atau tidaknya rumah sakit tersebut.

  Sebagai tambahan disampaikan juga bahwa SIP tidak boleh lebih dari 3 lokasi, tidak boleh ada dokter on call kecuali terjadi situasi gawat darurat. Sejalan dengan ibu Feni, perwakilan dari PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) yang di wakilkan oleh dr.Hermin selaku Koordinator Wilayah Surabaya dan dr.Rini juga menyampaikan bahwa pada dasarnya masalah yang terjadi adalah adanya kesalah pahaman di kalangan dokter terhadap peraturan perundang-undangan yang di tegakkan oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Surabaya


  Sebagai pembicara terakhir dr. Riyanto selaku direktur rumah sakit William Booth menyampaikan permohonan maaf karena hal ini mencuat dan membuat kekhawatiran dikarenakan aduan dari dua dokternya kepada anggota dewan tanpa koordinasi terlebih dahulu (fan/KIM)
Print Friendly and PDF

Pembukaan Grand job Market Fair Disnaker Surabaya Mei 2019

Surabaya, KIM Gundih

   Walikota Surabaya membuka dan
meresmikan Grand Job Market Fair, selasa (14/5) pagi. Bertempat di gedung Convention Hall jalan arief rachman hakim.
Dinas tenaga kerja kota surabaya menyelenggarakan Grand Job Market Fair dan dihadiri oleh Walikota Surabaya Ibu Tri Rismaharini.




  Acara di mulai dengan pembukaan dan peresmian oleh Ibu Tri Rismaharini melalui sambutannya dihadapan beberapa tamu undangan dan perwakilan beberapa perusahaan peserta, Mengawali sambutannya dengan ucapan terima kasih kepada semua perwakilan perusahaan yang telah hadir, ibu Tri Rismaharini menyampaikan betapa ketatnya persaingan kerja saat ini terlebih di tahun 2020 akan di terapkannya pasar bebas WTO (World Trade Organization). Lapangan kerja semakin sempit karena itulah diharapkan perusahaan bisa bersama-sama dengan pemerintah untuk meningkatkan kapasitasnya dan kualitas SDM yang dimilikinya agar bisa selalu menjaga daya saing dalam menyambut pasar bebas WTO 2020.

   Ibu Tri Rismaharini mengatakan bahwa kita jangan pernah berpuas diri dan selalu berusaha untuk terus belajar agar selalu menjadi lebih baik lagi. Hari kemarin berbeda dengan hari ini, hari besok juga berbeda dari hari ini, kalau mau survive harus terus belajar, belajar tidak harus di kampus, bahkan dari diri sendiri pun kita bisa belajar.

  Mencontohkan hal tersebut beliau menceritakan bagaimana dia berusaha untuk belajar berjalan dikala dia mengalami sakit di kakinya. Dia terus berusaha untuk bisa mengatasi rasa sakitnya hingga dia bisa berjalan walau masih dengan kondisi yang belum sepenuhnya baik. Beliau jg mencontohkan bagaimana Pemerintah Kota Surabaya bangkit dari keterpurukan ekonomi pasca teror bom yang menimpa 3 gereja tahun lalu.


   Menekankan betapa pentingnya kesiapan perusahaan dalam menghadapi pasar bebas WTO 2020, ibu Tri Rismaharini mencontohkan bagaimana dia mempersiapkan tata kota mulai januari sebagai antisipasi menghadapi banjir di bulan desember. Ibu Tri Rismaharini juga mengatakan bahwa kita tidak boleh minder dengan bule, kita punya potensi untuk menjadi yang terbaik tinggal kita mau atau tidak, kalau kita mau maka tidak ada yang tidak mungkin.

   Tahun 2020 akan memasuki alam yang berbeda dimana era globalisasi perekonomian tidak lagi mampu dibatasi baik oleh batasan kota maupun negara. Kembali menekankan pentingnya persiapan, ibu Tri Rismaharini mencontohkan bagaimana dia belajar bahasa Inggris dan bahasa Cina walau sebenarnya dia sangat sulit untuk menghafal dan lebih terbiasa dalam berfikir.



  Beliau mengatakan dalam 1 hari harus  menghafal 2-5 kata yang di gunakan sehari-hari, walau sulit jika ada kemauan pada akhirnya juga pasti akan bisa. "Bahkan takdir buruk sekalipun bisa berubah, tinggal kita mau atau tidak" ujar Tri Rismaharini Walikota Surabaya.




   Menutup sambutannya ibu Tri Rismaharini menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini ada kesalahan dari para stafnya dan meminta kepada para perwakilan perusahaan yang hadir untuk menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada para pimpinan perusahaan. Sebagai tanda dibukanya acara Grand Job Market Fair dilakukanlah pemukulan gong oleh Walikota Surabaya ibu Tri Rismaharini yang kemudian di akhiri dengan sesi foto bersama. Acara pun dimulai dengan penuh antusias dari para pencari kerja. (fan/kim)
Print Friendly and PDF

PKK kelurahan Gundih berbagi takjil


  “Orang yang berpuasa disunahkan berbagi sesuatu
dengan orang lain untuk buka puasanya meskipun hanya
sebutir kurma atau seteguk air. Kalau dengan makan malam,
tentu lebih utama.
 
   berdasar pada hadits Rasulullah SAW.
Beliau bersabda, ‘Siapa yang berbagi takjil kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala puasa tanpa mengurangi pahala puasa orang yang diberi takjil'.



   Senin,(13/5) ibu ibu PKK kelurahan Gundih melaksanakan program rutin tahunan di bulan ramadhan untuk membagikan takjil diseputaran wilayah kelurahan gundih, pada kesempatan hari ini, depan stasin pasar turi diambil sebagai tempat pembagian takjil.



  Kegiatan pembagian takjil yang dilaksanakan setiap hari senin dalam bulan ramadhan diharapkan menjadi tambahan ibadah bagi anggota PKK kelurahan Gundih yang tergabung dari PKK 10 RW.



  kegiatan ini didukung oleh Ibu lurah gundih beserta 10 RW dan dihadiri bhabinkamtibmas, unsur kelurahan, PKK dan KIM kelurahan gundih. (all/KIM gundih)
Print Friendly and PDF

Sunday, May 12, 2019

Berbagi dalam kemasan Takjil On The Road


   Bulan ramadhan adalah bulan dimana seluruh muslim berlomba lomba untuk beribadah dan mencari ridho ALLAH SWT.




  Tak terkecuali pemuda Gundih, surabaya yang tergabung dalam KIM (kelompok Informasi Masyarakat) kelurahan Gundih berusaha untuk selalu berbagi dengan sesama dibulan yang suci ini.

  Kegiatan Takjil On The Road adalah kegiatan sosial lanjutan dari kegiatan SCS (sebungkus Cinta untuk Sesama)  yang dilakukan rutin 2 minggu sekali dibulan selain ramadhan.


  Bertempat didepan SPBU dupak, (minggu 12/5) bingkisan berupa makanan ringan (kue) dan air mineral dibagikan kepada pengendara dan warga sekitar untuk membatalkan puasa disaat adzan maghrib berkumandang.



  Dengan sumbangan dari donatur sekitar gundih juga memanfaatkan UKM warga gundih menjadi bidikan KIM gundih dalam mensejahterakan dan menjadikan perputaran juga pendayagunaan dari warga, oleh warga dan untuk warga gundih. (all,KIM)
Print Friendly and PDF

Saturday, May 11, 2019

Gundih ikutan sahur on the road baksos e suroboyo



     Acara sahur on the road adalah acara sosial pembagian sahur yang diselenggarakan oleh baksos e suroboyo.



    Pelaksananya adalah gabungan organisasi sosial masyarakat yang ada di Kota Surabaya, yang antara lain Ikatan alumni SMPN 10 Surabaya, pegiat KIM, Pekerja Sosial Masyarakat, Kartar dan berbagai Kader Sosial lainnya.




 Bekerjasama dengan Yayasan Masjid Cheng Hoo, acara ini membagikan paket sahur sejumlah 1000-an paket sahur di bulan Ramadhan 1440 H.

  Untuk pelaksanaan, tahun ini sudah tahun ke lll dan untuk memudahkan pembagiannya akan dibagi atas 4 wilayah Surabaya duantaranya :

1. Utara (korlap, Suwardi,Bunda Yuni, IPSM Kremb.Utara dan Pak Heru KS2J) titik kumpul kantor Kelurahan Krembangan Utara, Jalan Kalisosok 27 Surabaya.

2. Timur (korlap, Bunda Elya, Bunda Ninik + Pak Hakim, pak Maliki ) titik kumpul Bunderan ITS Sukolilo, Surabaya.

3. Barat (korlap : Bunda Nanik + Pak Mafud KIM + Bunda Novi + Mas Reno KIM) titik kumpul Kecamatan Asemrowo, Surabaya.

4. Selatan (korlap, Pak Bambang Udi ,Cak Boni + Ning Fatimah + Heru) titik kumpul Patung Suroboyo KBS, Surabaya.

Semua Rute dalam Start pd Titik Kumpul, dan Finish di Masjid Muhammad Cheng Hoo pd Pukul 03.00 wib.



    Disamping membagikan sahur, acara diisi dengan makan Sahur bersama, serta Sholat subuh bersama dimasjid Cheng Hoo. (fan/KIM gundih)
Print Friendly and PDF

Friday, May 10, 2019

Emak buka bareng di eks lokalisasi

Surabaya, KIM Gundih

   Memeriahkan bulan suci Ramadhan 1440 H,  Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengadakan buka puasa bersama dengan para warga di eks lokalisasi wilayah Dupak Bangunsari, jum'at (10/5) sore.
 

   Datang mendekati waktu berbuka ibu Tri Rismaharini langsung menuju panggung dan memberikan secara simbolis bingkisan ramadhan kepada anak-anak dan warga yang bertempat tinggal di eks lokalisasi wilayah Dupak Bangunsari. Setelah sesi pemberian secara simbolis tersebut ibu Tri Rismaharini memberikan arahan singkat kepada para warga agar terus berjuang untuk menjadi lebih baik.

    Menanggapi banyaknya ajuan permintaan pekerjaan dari para warga, Ibu Tri Rismaharini mengharapkan agar mereka mau melanjutkan pendidikan untuk ke jenjang yang lebih tinggi terlebih dahulu agar lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan.





   Beliau sempat menyampaikan, dengan banyaknya program pemerintah melalui dinas sosial maupun dinas pendidikan untuk beasiswa perguruan tinggi, diharapkan hal tersebut mampu meningkatkan taraf pendidikan anak-anak eks lokalisasi dan meningkatkan daya saing mereka dalam mendapatkan pekerjaan.

   Beliau menekankan bahwa prioritas pemerintah saat ini adalah agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah, Bahkan ibu Tri Rismaharini selaku Walikota Surabaya mengatakan siap untuk mengeluarkan SK khusus bagi warga eks lokalisasi untuk mendapatkan beasiswa pendidikan.


    Bercerita pengalaman terdahulu, dikala meninjau lokasi eks lokalisasi yang saat masih sering terjadi banjir, beliau mengatakan bahwa sekarang tempat ini bisa bebas dari banjir dan berubah menjadi lebih baik maka kehidupan warga pun akan menjadi lebih baik.

   Ibu Tri Rismaharini juga sempat bercerita tentang puasa sunnah nabi daud yang dulu sering beliau lakukan dan puasa senin - kamis yang sampai sekarang masih rutin dilakukan agar warga mencontoh hal tersebut sebagai salah satu bentuk ikhtiar agar Tuhan merubah hidup mereka menjadi lebih baik.



   Pemerintah akan selalu siap membantu apapun kesulitan warga terutama warga eks lokalisasi. "Jangan pernah menjadi fakir, karena fakir bisa mendorong seseorang untuk menjadi kafir" Ujar Tri Rismaharini Walikota Surabaya. (fan/kim)
Print Friendly and PDF