Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Monday, April 6, 2015

Bakti Sosial Puskesmas Gundih ( 8 April 2015)

Dalam Rangka memperingati Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM), maka Puskesmas Gundih bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya mengadakan Acara BAKTI SOSIAL yang bertempat di Gundih Lapangan RW1 (Belakang Dupak Grosir) pada Hari Rabu, tanggal 8 April 2015, mulai jam 05.30 WIB ~ selesai.

Acara ini untuk UMUM dan GRATIS alias tidak dipungut biaya

Adapun kegiatanya meliputi :
1. Pemeriksaan dan Pengobatan Umum
2. Pemeriksaan dan Pengobatan Lansia
3. Skrinning Katarak
4. Pemeriksaan Ibu Hamil
5. Pemeriksaan IVA
6. Pemeriksaan / Pengobatan serta Konsultasi Gigi
7. Pemeriksaan Laborat (Kolesterol, Darah Tinggi, Asam Urat)
8. Pelayanan Imunisasi
9. Pelayanan KB
10. Sosialisasi JKN dan Pendaftaran BPJS
11. Pelayanan Integrasi oleh SKPD, dan
12. Konsultasi Gizi


Ayo, buruan hadir ...........dan jangan sia-siakan kesempatan untuk SEHAT dan GRATIS ini.......


Print Friendly and PDF

Saturday, January 3, 2015

Salah satu Warga GUNDIH menjadi Korban Air Asia QZ-8501

Sumber suarasurabaya.net

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur kembali berhasil mengidentifikasi dua jenazah korban AirAsia QZ 8501. Dua jenazah yang berhasil diidentifikasi ini berjenis kelamin perempuan dan laki-laki.

"Hari ini kita sudah berhasil identifikasi dua jenazah, dan dua lagi masih perlu pendalaman," kata Komisaris Besar Polisi Budiyono, Kabidokes Polda Jawa Timur, ketika memberikan keterangan pers di posko DVI Polda Jawa Timur, Sabtu (3/1/2015).

Untuk dua jenazah yang bisa teridentifikasi, kata Budiyono, yang pertama adalah jenazah dengan label B 008. Jenazah ini teridentifikasi atasnama Themeiji Thejakusuma dengan kelamin perempuan dan berusia 44 tahun dengan alamat Kupang Indah nomor 21/29 Surabaya.

Jenazah B 008 ini kata Budiyono, teridentifikasi dari proses rekonsiliasi metode primer yaitu gambaran gigi baik hasil pemeriksaan ante mortem dan post mortem. Selain itu juga dari sidik jari yang dapat dikategorikan kemiripan yang sangat kuat.

"Dari 12 titik sidik jari, setidaknya untuk jenazah ini memiliki kemiripan di 11 titik sehingga identitasnya bisa langsung dikenali," kata Budiyono. Selain itu, jenazah ini juga dikenali karena masih mengenakan sweter warna merah.

Selain satu jenazah, tim DVI juga telah mengenali jenazah dengan label B 003, dan teridentifikasi atas nama HENDRA GUNAWAN SAWAL, 23 tahun warga Jl Gundih, Gang 4 no 11, Bubutan Surabaya.

Jenazah ini, teridentifikasi atas dasar metode primer sidik jari, kemudian juga data gigi yang terdapat kemiripan yang sangat kuat dan didukung oleh metode sekunder seperti temuan medis, jenis kelamin, tinggi badan juga rasnya.

Selain itu, informasi ante mortem berupa foto potongan rambutnya juga khas, yaitu rambut pendek dan terdapat dua garis di bagian sisi kiri dan kanan atas telinga.

"Properti yang dipakai korban juga sama yaitu kaos warna biru dengan angka tiga pada lengan kanan dan terdapat gambar singa di bagian dada," kata Budiyono.

Sementara itu hingga saat ini Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur setidaknya telah menerima 30 jenazah korban AirAsia QZ 8501. Dari jumlah ini, 12 diantaranya baru saja tiba di Bhayangkara Polda Jawa Timur sekitar pukul 14.30, Sabtu (3/1/2015).

Dari 30 jenazah ini, empat sudah diserahkan pada keluarga, dua lagi sudah teridentintifikasi dan hari ini segera diserahkan pada keluarga, dan ada dua lagi yang dalam proses pendalaman.

Sedangkan untuk 22 jenazah saat ini masih proses pemeriksaan post mortem dan pencocokan dengan ante mortem.

Sumber : suarasurabaya.net
Print Friendly and PDF

Sunday, December 21, 2014

Senam Lansia menyambut Hari Ibu (22 Des 2014)

Setiap SABTU pagi, mulai jam 05.00 ~ 07.00 WIB kelompok senam lansia RW VII Margodadi atau yang lebih dikenal dengan Kelompok Senam LARASATI selalu melakukan kegiatan senam bersama, dimana tempatnya selalu berpindah-pindah dari satu RT ke wilayah RT yang lain yang ada di lingkungan RW VII Margodadi.

Tetapi ada hal yang sedikit beda pada senam lansia pagi ini (Sabtu, 20 Desember 2014).
Menyambut Hari Ibu yaitu tanggal 22 Desember 2014, para peraga senam (kebetulan semuanya dari para Ibu-ibu) melakukan peragaan senam diatas panggung dengan menggunakan baju daerah / kebaya sambil tetap melakukan senam lansia.

Patut kita acungi jempol semangat dari para ibu-ibu ini karena walaupun dengan memakai kebaya....gerakan senam mereka masih tetap semangat...........

berikut ini foto-fotonya :









Acara senam bersama ini, pada Hari Minggu tanggal 21 Desember 2014, dilanjutkan kembali dengan anggota se-Kelurahan Gundih dan bertempat di Halaman Parkir DUPAK GROSIR.








 

Print Friendly and PDF

Wednesday, December 17, 2014

Pentingnya Pengkinian (Update) Data Kependudukan


Sering kali kita tahu bahwa (tidak sedikit) warga masyarakat yang menganggap remeh tentang data kependudukan (contoh : KTP, KK, Akte Kelahiran).
Padahal Update data kependudukan itu sangat penting sekali untuk warga itu sendiri maupun untuk pihak instansi yang terkait.
contohnya :
- KTP yang sudah habis masa berlakunya, begitu mau tender pekerjaan akhirnya gagal (gara-gara KTP expire)
- Akte Kelahiran tidak segera diurus, begitu si anak mau sekolah akhirnya bingung mulai ngurus akte kelahiran untuk pendaftaran sekolah
- Setelah menikah, tidak segera mengurus kepindahan supaya bisa jad satu KK antara suami & istri
- Warga Musiman (Pendatang yang kost atau kontrak ) juga tidak pernah mengurus Kartu Identitas Penduduk Musiman
- Warga yang sudah pindah juga banyak yang belum mengurus surat pindah sehingga KTP dan KK-nya masih tetap dialamat yang lama, dan masih banyak lagi masalah-masalah tentang Administrasi Kependudukan.

Kebanyakan dari warga hanya berfikir sesaat atau berfikir pada saat kondisi normal (kondisi aman atau kondisi jika tidak ada masalah). Tidak pernah mereka mencoba untuk berfikir pada saat kondisi tidak normal (emergency).

Berikut ini salah satu contoh yang di-capture di salah satu Media Sosial mengenai pentingnya untuk selalu Update (pengkinian) data kependudukan.

Dari contoh capture data diatas dapat sedikit diceritakan bahwa telah terjadi kecelakaan (Kondisi Tidak Normal / emergency). Setelah melihat kartu identitas si Korban, pihak kepolisian masih kesulitan menghubungi keluarga korban karena si korban telah pindah alamat, kartu identitas masih alamat lama dan parahnya para tetangga juga tidak ada yang tahu si korban sudah pindah kemana. Akhirnya pihak kelurahan sampai turun tangan untuk bisa melacak keberadaan keluarga si Korban.

Kalau melihat contoh diatas, masihkah anda tetap menyepelekan pentingnya update data administrasi kependudukan anda dan keluarga anda ?

Padahal dengan selalu melakukan pengkinian (update) data kependudukan, selain fungsinya untuk kita sendiri dan keluarga, kita juga bisa membantu instansi terkait misalnya pihak kelurahan / kecamatan untuk mengetahui demografi di wilayahnya, misalnya jumlah penduduk berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan lain-lan.

Mengingat pentingnya update data kependudukan tersebut, sampai-sampai pihak Pemkot Surabaya mengeluarkan Perda yang berisi tentang Sanksi Keterlambatan pengurusan data kependudukan.
 


Print Friendly and PDF

Monday, November 3, 2014

PENGURUSAN SKTM UNTUK BEROBAT

Untuk menunggu perbaikan administrasi pelayanan kesehatan bagi warga kota Surabaya yang kurang mampu melalui SKTM  kini jalur pengurusannya dari RT - RW - PUSKESMAS (rujukan) - KELURAHAN. Ini menunggu kebijakan dari Pemerintah mengenai pelayanan kesehatan yang akan mengeluarkan KIS (Kartu Indonesia Sehat).
Merupakan arahan untuk warga berobat ke Puskesmas lebih dahulu dan apabila Puskesmas tidak bisa mengatasi penyakitnya, maka Puskesmas memberi rujukan ke rumah sakit.
Print Friendly and PDF

Tuesday, August 19, 2014

Pengurusan AKTA KELAHIRAN secara ONLINE

Dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat untuk mendapatkan dokumen kependudukan Akta Kelahiran dengan ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya telah melaksanakan proses pendaftaran secara online permohonan akta kelahiran.

Dengan pendaftaran online waktu penyelesaian akan lebih cepat menjadi 5 (lima) hari kerja dibanding saat ini yang masih 7 (tujuh) hari kerja, adapun mekanisme pendaftaran online adalah sebagai berikut :
  1. Pemohon melakukan pendaftaran dengan mengisi form isian diaplikasi pendaftaran berbasis web ; silahkan klik disini.
  2. Pemohon mencetak form isian untuk ditanda tangani Lurah sebagai bukti pendaftaran ;
  3. Pemohon membawa bukti pendaftaran dan berkas persyaratan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk dilakukan Verifikasi.
NB : Bisa juga dipakai untuk mengurus Akta Kematian.

sumber : Dispendukcapil Surabaya
Print Friendly and PDF

Sunday, March 9, 2014

Gundih, Dari Preman Jadi Kampung Teladan

Segar, bersih dan nyaris tak ada sampah berkeliarah, itulah nuansa yang ada di kawasan Margorukun, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan ketika mengungunjugi kawasan itu..


Berada di barat Stasiun Pasar Turi, Surabaya; Gundih kini tak lagi menyeramkan. Sebutan kampung preman Pasar Turi yang dulu melekat, berubah. Gundih kini menjadi sebuah kampung penuh bunga dengan aneka warnanya.

Maryam, penjual lontong mie yang ada di salah satu gerbang masuk RW 10 Gundih mengisahkan, ke-angker-an kawasan itu, menjadikan jajaran intelkam dari Polsek Bubutan, dulu hampir tiap hari selalu mangkal di warung lontong mie miliknya. Bukan untuk jajan lontong, melainkan untuk mengawasi gerak-gerik warga sekitar.

Tapi itu adalah cerita masa lalu. Sejak tahun 2007, kampung yang semula menyeramkan, lantas berbenah. Bahkan, pada 2009, RW 10 Gundih pernah menyabet predikat sebagai kampung terindah se-Surabaya dengan memboyong tropi serta piala dari ajang kampung bersih yang digelar pemerintah Kota Surabaya.

Piala itu mereka boyong ke Gundih setelah warga berhasil menyulap kampung dengan kepadatan penduduk tingkat tinggi ini, menjadi kampung serasa "surga" dengan hiasan bunga beraneka warna di kiri-kanan jalan. Aneka bunga inipula yang menjadikan udara di Gundih berasa tak seperti di Surabaya yang gerah nan panas.

Tembok maupun pagar warga yang dulunya kumuh penuh lumut, kini disulap hingga tak menyisakan ruang kosong. Semuanya penuh bunga, mulai anggrek hingga tanaman berbuah seperti jambu dan anggur. Jikapun ada tembok kosong, warga mempercantiknya dengan lukisan penuh warna.

Tembok pembatas rel yang ada di depan kampung itu misalnya, dulu penuh tumpukan sampah. Warna tembokpun kumuh kehitaman bekas sisa pembakaran sampah. Kini untuk mempercantiknya tumpukan sampah sudah berganti dengan tumpukan pot penuh bunga. "Tembok sengaja kami penuhi lukisan bunga dari cat. Kalau temboknya bersih, orang segan buang sampah di bawahnya," kata Sugiarto, Fasilitator lingkungan setempat.

Pria kelahiran Bangkalan 21 Juli 1963 yang juga bekas ketua RT 07 RW 10 ini mengaku, untuk lebih mempercantik lingkungan, bersama warga dirinya juga menghias paving jalan masuk kampungnya dengan penuh warna dengan dominasi hijau berpadu kuning.

Di Surabaya, kampung se-indah Gundih dengan aneka ragam bunga dan cat paving jalan memang sudah banyak. Hanya saja, Gundih tetap berbeda. Ini ditunjang kreatifitas warganya. "Di sini banyak warga kreatif menciptakan inovasi lingkungan," kata Sugiarto.

Sugiarto menuturkan, perubahan Gundih dari kampung preman menjadi kampung "bunga", bermula ketika dirinya diangkat menjadi ketua RT 07 pada tahun 2007 lalu. Saat itu, Sugiarto sengaja membuat nota kesepakatan dengan warga yang berisi 11 item, diantaranya memberikan batasan maksimal 10 menit bagi parkir sepeda motor, becak atau gerobak di sepanjang gang kampung. "Kecuali tamu, kalau warga memarkir sepeda di gang lebih dari 10 menit ya kita gembosi," terang dia.

Dan kini, jalanan kampungpun kosong, tidak ada lagi sepeda, gerobak maupun becak di gang itu, jemuran pakaian juga tidak ada. "Warga akhirnya sadar sendiri dan mengisi kekosongan tempat itu untuk menanam bunga," kata dia.

Saat itu, tiap sepekan sekali kususnya hari minggu, di masing-masing dasawisma juga dilakukan proses pengolahan sampah. Seluruh sampah rumah tangga dipilah oleh anggota dasawisma. Lantas ditimbang dan dijual ke pengepul sampah. Ada juga sampah yang sengaja dibuat aneka kerajinan.

Dengan kerajinan sampah ini, warga Gundih kini memiliki beragam inovasi diantaranya tas dari sampah, baju dari sampah serta aneka hiasan dari sampah yang lantas dijual dengan beragam harga.

Selain hebat dengan pengelolaan sampah terpadunya, warga Gundih juga mampu memanfaatkan sisa-sisa air buangan dari kegiatan mandi cuci dan kakus (MCK). Bahkan, Sugiarto mengklaim saat ini tak ada setetespun air buangan dari warga yang masuk ke dalam sungai yang nantinya dibuang ke laut.

Seluruh air buangan dari kamar mandi disalurkan warga untuk masuk ke dalam sebuah tandon besar air yang ada di bawah jalanan kampung. Air sisa di dalam tandonan ini lantas dipompa untuk dimasukkan ke dalam tiga pipa berdiameter 15 cm dengan panjang 1,5 meter.

Di masing-masing pipa diberikan alat penyaring sederhana berupa batu, pasir, ijok dan arang batok. Dan hasil dari penyaringan lantas dipompa ke dalam sebuah tandon besar berkapasitas satu meter kubik air yang diletakkan di atas balai RT setempat.

Dari atas tandon inilah, air lantas disalurkan kembali melalui pipa-pipa keseluruh rumah untuk dijadikan air bersih guna menyiram tanaman dan mencuci motor. "Sementara hanya untuk siram tanaman dan nyuci motor, kalau untuk mandi kami masih takut karena ini najis atau tidak kami belum tahu," tuturnya.

Yang pasti, air bekas ini terbukti mampu membuat tanaman warga lebih subur ketimbang disiram menggunakan air PDAM, apalagi PDAM mengandung kaporit dan zat pembersih air lainnya.

Dengan keberhasilan ini, kampung Gundih kususnya di RW 10, tak hanya mampu meraih predikat sebagai kampung terbersih se-Surabaya, melainkan juga menjadi kampung wisata yang hampir tiap sepekan sekali selalu dikunjungi tamu baik dari luar kota maupun luar negeri untuk belajar kebersihan di kampung bekas para preman ini.

Untuk para tamu, RW setempat juga menyediakan dua paket kunjungan yaitu kunjungan sehari, dan kunjungan menginap. Untuk kunjungan sehari, para tamu tidak dipungut biaya, hanya secara sukarela diminta untuk membeli salah satu produk kerajinan dari kampung itu.

Dalam kunjungan sehari ini, pengelola kampung akan memberikan penjelasan seputar kegiatan kebersihan serta tips-tips mengelola kampung menjadi bersih. Sedangkan untuk kunjungan menginap, pengurus kampung mematok Rp100 ribu perorang perhari dengan dua kali makan dan diinapkan di salah satu rumah warga.

Print Friendly and PDF